top of page
Search

PASSION HAS NO LIMIT

Dulu, bagiku cukup sulit untuk melafalkan namamu. Tiga kata terdengar asing bagi seorang anak yang masih duduk di bangku kelas 10. Bahasa asing yang baru pertama kali ku dengar, bahkan beberapa kali harus membaca ulang agar bisa menghafal nama lengkapmu.


Mendukung Saloku dengan cara yang terkesan baru. Mulai dari kompak ber-dresscode hitam, datang ke stadion dengan bersepatu, dan hal-hal lain tentang caramu memberi dukungan untuk kebanggaan. Sampai di mana tagline Passion Has No Limit menjadi sesuatu yang mengesankan.


Bagi orang awam, meneriakkan nama sekolah adalah kegilaan. Namun bagi Patimura, itu adalah ibadah. Penulis mengamati dari sudut lapangan; saat paru-paru mereka mulai terbakar dan tenggorokan terasa kering seperti padang pasir, mereka justru semakin lantang. Inilah bukti nyata bahwa Passion Has No Limit. Batasan fisik mereka telah hancur oleh semangat yang meluap. Mereka tidak mengenal kata "lelah" karena lelah adalah pengkhianatan terhadap kebanggaan. Saat mereka berdiri di tribun, mereka adalah satu organisme yang bernapas untuk satu tujuan: Mengawal sang pahlawan di lapangan.


Mendukung Saloku dengan aksi-aksi gila. Nyanyian tanpa henti, kembang api yang melingkar, dan koreografi yang membentang menjadi salah satu aksi kami dalam perjalanan mendukung SMAN 1 Jekulo. Mungkin orang-orang yang tidak mengerti akan mengatakan itu semua sia-sia. Akan tetapi, begitulah cara penghuni tribun menunjukkan rasa cintanya.


Selamat Sebelas Tahun, Pasukan Timur Muria. Barisan orang-orang yang akan selalu memeluk SMAN 1 Jekulo dengan hangat melalui nyanyian dan sajak mesra, juga penuh semangat cinta kasih paling tulus tentunya.



Passion Has No Limit.

 
 
 

Comments


Follow us on:

  • Instagram
  • TikTok
  • YouTube
  • Spotify

PASUKAN TIMUR MURIA

bottom of page