top of page
Search

SEBUAH PESAN CINTA

Jika cinta punya banyak bentuk, maka bentuk terbaik yang kita miliki adalah saat kita mengenakan warna yang sama, berdiri di tribun yang sama, dan meneriakkan nama yang sama: SMAN 1 Jekulo.


Bagi sebagian orang, SMAN 1 Jekulo mungkin hanyalah sebuah sekolah menengah atas di ujung kabupaten Kudus, tempat kita belajar rumus yang rumit atau menghafal tahun-tahun sejarah yang membosankan. Namun jika kita lihat dari sudut pandang yang berbeda, SMAN 1 Jekulo adalah rumah. Dan kita, Patimura, adalah detak jantungnya. Patimura bukan sekadar nama organisasi sekolah. Nama itu adalah kita. Kita yang rela meluangkan waktu, tenaga, bahkan materi, dan kita yang telah memberikan segalanya demi memastikan sang pahlawan kita di lapangan tidak berjuang sendirian.


Cinta kita kepada sekolah ini tidak seromantis cinta remaja pada umumnya, Cinta kita itu bising, penuh peluh, dan kadang melelahkan. Tapi anehnya, kita selalu rindu untuk kembali ke sana. Rindu pada setiap momen yang telah dilewati bersama. Di tribun itu, kita melepas semua sekat. Tidak ada si keren, si pintar, si populer, atau si pendiam. Yang ada hanyalah satu barisan pundak yang menyesakkan dengan manusia yang jatuh cinta pada almamater yang sama, SMAN 1 Jekulo.


Di balik riuh yang sering terdengar, selalu ada sunyi yang bekerja. Kita mungkin kerap melihat tribun yang penuh, mendengar nyanyian yang serempak, merasakan getar yang menjalar dari satu sisi ke sisi lain. Namun kita jarang benar-benar melihat siapa yang membuat semua itu mungkin terjadi. Tangan-tangan yang tidak pernah disorot. Mereka yang datang lebih awal, yang memastikan semuanya berjalan, tanpa pernah meminta disebutkan.


Tentu mereka semua lelah, atau mungkin bahkan sempat hampir menyerah. Namun mereka tetap ada. Bukan karena suatu keharusan, tapi karena mereka tahu bahwa pergerakan ini butuh lebih dari sekadar hadir. Dalam setiap nyanyian yang telah dilantangkan, di setiap langkah yang telah dipijak bersama. Mereka adalah alasan mengapa semua itu bisa terjadi.


Mari kita jaga api ini agar tidak padam. Teruslah berteriak, teruslah mengawal, dan teruslah mencintai SMAN 1 Jekulo dengan cara paling indah yang kita bisa. Karena kelak, saat masa sekolah ini usai, cerita tentang kita akan menjadi bab paling manis yang pernah kita tulis bersama.


Dalam tulisan ini, satu pesan yang aku ingin sampaikan, teruntuk kalian yang tanpa lelah berdiri dan tak hanya sekadar hadir dalam pergerakn ini, terima kasih kuucapkan telah menjadi bagian dari setiap langkah kita dalam menggapai harapan yang kelak menjadi sebuah kenyataan.


SMAN 1 Jekulo, we love you

 
 
 

Comments


Follow us on:

  • Instagram
  • TikTok
  • YouTube
  • Spotify

PASUKAN TIMUR MURIA

bottom of page